Lalu kenapa kita harus menyiapkan selimut yang tebal...? sebuah pertanyaan cukup unik mengingat sumbawa yang dikenal panas bukan..??, saya mengatakan IYA kota sumbawa memang dikenal cukup panas bahkan saking panasnya banyak orang menyebutkan Sumbawa punya matahari dua, seperti yang saya kemukakan di awal desa Tepal merupakan salah satu daerah hijau di kabupaten Sumbawa Besar yag letaknya di atas gunung dengan hutan lebat dan pepohonan rindang sehingga curah hujan cukup tinggi dan udara serta air sangat dingin, saking dinginnya....., orang yang tidak terbiasa dengan cuaca dingin saya jamin tidak akan berani mandi di bawah jam sepuluh pagi waktu setempat, bayangkan saja makanan yang biasanya punya daya tahan hanya 24 jam saja disana bisa bertahan sampai dengan 72 jam atau tiga hari, air yang dipakai mandi dan kebutuhan sehari-hari lebih dingin dari air yang disimpan di kulkas 24 jam.
Kegiatan sehari-hari masyarakat desa Tepal berkecimpung di sektor Pertanian, 99 % Masyarakat Tepal merupakan petani Kopi, sehingga daerah Tepal dan kecamatan Batulanteh khususnya merupakan penghasil Kopi terbesar untuk kabupaten Sumbawa Besar, karena kesuburan tanahnya kopi yang berasal dari desa Tepal merupakan Kopi Organik yang diolah secara tradisional tanpa menggunakan pupuk buatan manapun, 1 % nya lagi mengasingkan diri ke kota untuk mencari kehidupan model lain misalnya seperti saya.
Anda pasti penasaran tentang desa Tepal...?? rasa penasaran anda tidak akan hilang sebelum anda menyaksikan sendiri..., jadi bagi anda yang senang berpetualang silahkan coba....., saya jamin 100 % anda pasti akan terkagum-kagum akan kesuburan dan keunikan desa Tepal, baik itu Jalannya, Pola Kehidupannya, terutama budaya atau adat istiadatnya. anda pengen tahu tentang sumbawa aslinya...? Tepal lah jawabannya.
BACA Perjalanan sang Petualang arsitektur hijau ke desa Tepal http://arsitekturhijau.com/index.php?option=com_content&view=article&id=148&catid=40&Itemid=58
kapan ya, bisa ke tepal?? hehe..
BalasHapusboleh tanya? tadi anda menyebutkan tentang budaya samawa yang banyak terdapat di desa tepal. contohnya apa ya?
Terima kasih atas kunjungannya ......
BalasHapusAyu bisa ke Tepal kapan aja, transportasi tetap ada kok meski sekali sehari, cuman enaknya biar gak capek jalan kaki datangnya pas bulan Juli sampai Oktober, saat itu curah hujan kecil, musim orang kawin lagi... jd ayu bisa nyaksiin udaya perkawinan disana...
Budaya atau Tradisi masyarakat samawa dalam hal ini desa Tepal diantaranya :
A. Basiru (Gotong Royong)
1. Ngasak / Namam (Tanam Padi diladang /sawah)
2. Mata Rame (Manen Padi atau Kopi rame-rame)
3. Nuja Rame (Numbuk Padi rame-rame) dll.
B. Basai (Pernikahan)
1. Malesang (Nyari Informasi)
2. Bakatoan (Mulai Pacaran)
3. Ngajak (Tunangan)
4. Basedak (Minang)
5. Perenta (Nikah)
Dan Masih banyak Lagi....., dari sisi bahawa saja, bahasa yang dijarkan di sekolah-sekolah di kabupaten Sumbawa Besar (Bahasa Daerah / Muatan Lokal) adalah bahasa Tepal, itulah makanya Tepal dikatakan penduduk asli Sumbawa....
Makanya ayu harus ngikutin terus perkembangan Blogku karena masih banyak yang belum saya Posting mengenai Tepal dan Sumbawa, belum lagi masalah Percetakan dan Pemrograman dan lain-lain.....
Saya pernah 3 kali Desa ini, yang pertama dengan berjalan kaki dari Desa Batu Dulang,(Jalan Pintas) menyusuri pegunungan dan lembah, selama kurang lebih 10 Jam (yg ke selanjutnya Tobat jalan kaki !),...kalo gak salah tebak,..Btw,.Pengambilan Gambar diatas itu dari atas bangunan Bak Air Minum ya?...
BalasHapusBagus artikelnya mas...
BalasHapusagar lebih bermanfaat lagi bagaimana kalo di share tentang rute perjalanan plus ini itunya dari kota sumbawa besar :)
wahh artikelnya bagus..
BalasHapusjadi tertarik untuk ke tepal..
mas, saya merupakan mahasiswa arsitektur lanskap yang sedang membuat tugas kuliah perencanaan dan perancangan wisata alam dan budaya. Saya ingin mengambil desa tepal sebagai studi kasus. bisakah saya meminta kontak mas ardi untuk bertanya-tanya tentang budaya dan tradisi di tepal secara langsung? Terimakasih atas kesediaannya
BalasHapus